Tanda Tanda dan Penyebab Kanker Rahim

Kanker rahim atau endometrium adalah penyakit yang menyerang rahim dan organ reproduksi wanita. Kanker ini sangat berbahaya karena dapat memicu kematian penderitanya. Umumnya, pada tahap awal tanda-tanda dan penyebab kanker rahim masih sangat samar. Bahkan hampir tidak tampak. Kendati demikian bukan berarti tidak ada petunjuk sama sekali.

Adapun tanda-tanda kanker serviks, di antaranya sebagai berikut :
  • Perdarahan pada vagina di luar masa menstruasi, setelah menopause, dan berhubungan intim.
  • Darah yang keluar selama menstruasi lebih banyak dan terasa lebih sakit daripada biasanya.
  • Terjadinya nyeri di bagian pangkal paha atau perut bagian bawah.
  • Muncul rasa nyeri ketika melakukan hubungan seksual.
  • Nyeri pada bagian punggung, panggul, dan kaki.
  • Mual.
  • Sekresi vagina.
PENYEBAB KANKER RAHIM

Meski perdarahan tidak selalu dapat dijadikan patokan Anda terkena kanker rahim, tetapi jangan sepelekan tanda tersebut. Perdarahan merupakan tanda bahwa ada masalah di dalam tubuh Anda.

Pada kanker rahim stadium tinggi, penderita akan mengalami rasa mual yang tidak terkira, kehilangan selera makan, dan mudah merasa lelah. Jika Anda mulai merasakan tanda-tanda tersebut, segeralah untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter ObGyn.

Faktor Penyebab Kanker Rahim

Meski, tidak diketahui secara pasti apa penyebab penyakit kanker rahim. Namun, secara umum penyebabnya adalah adanya ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh, utamanya hormon estrogen. Semakin tinggi kadar hormon estrogen di dalam tubuh maka semakin tinggi pula risiko terkena penyakit kanker rahim.

Adapun sejumlah pemicu terjadinya ketidakseimbangan hormon, antara lain sebagai berikut :
  1. Menstruasi dini.
  2. Terlambat menopause.
  3. Kelebihan berat badan.
  4. Diabetes.
  5. Terapi penggantian hormon.
  6. Efek samping penggunaan tamoksifen dalam jangka panjang.

Selain pemicu di atas, ada penyebab kanker rahim lainnya, yakni hiperplasia endrometrium atau penebalan lapisan rahim. Jika seorang wanita mengalami hal ini maka potensi terkena kanker rahim semakin tinggi.

Kanker rahim juga dapat terjadi pada penderita sindrom ovarium polisistik. Hal ini terjadi lantaran tingginya kadar estrogen di dalam tubuh. Meski, kanker rahim dapat menyerang wanita yang belum pernah hamil, tetapi kebanyakan penderitanya sudah berumur lanjut dan mengalami menopause.

Diagnosis Kanker Rahim

Kendati tanda-tanda dan penyebab kanker rahim di atas sangat jelas, tetapi tidak semua gejala yang Anda alami berkaitan dengan penyakit ini. Maka, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut agar dokter lebih mudah melakukan diagnosis.

Adapun serangkaian tes yang biasanya dilakukan oleh dokter, antara lain:
  • Tes USG Transvaginal
Tes ini dilakukan untuk memeriksa adanya perubahan ketebalan pada dinding rahim yang kemungkinan besar disebabkan oleh sel kanker.
  • Tes Darah
Pengujian darah dilakukan untuk mendeteksi sel kanker.
  • Tes Biopsi
Tes ini dilakukan untuk mengambil sampel sel dari dinding rahim. Ada tiga jenis tes biopsi yang biasa dilakukan, yakni aspirasi jarum halus, kuret, dan hitereskopi.

Nantinya, jika hasil diagnosis menunjukkan positif sel kanker maka dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, yakni tes rontgen dada, MRI scan, CT scan, dan tes darah lanjutan.

Pengobatan Kanker Rahim

Pengobatan disesuaikan dengan stadium kanker rahim, kondisi kesehatan, dan keinginan Anda untuk memiliki anak. Semakin cepat kanker terdeteksi maka semakin tinggi tingkat kesembuhan. Peluang untuk sembuh dan harapan hidup semakin tipis jika penderita telah mencapai kanker rahim stadium 3 dan 4.

Pada kanker stadium 4, penyakit sudah tidak dapat disembuhkan lagi. Namun, ada sejumlah pengobatan yang biasanya disarankan oleh dokter, di antaranya:
  • Histerektomi

Pengangkatan rahim dilakukan untuk meminimalkan gejala dan rasa sakit pada penderita. Namun, biasanya wanita yang ingin memiliki anak akan menolak langkah ini.
  • Radioterapi
Radioterapi dilakukan untuk mencegah timbulnya sel kanker pada penderita yang telah menjalani histerektomi. Pada sejumlah kasus, langkah ini digunakan untuk menghambat proses penyebaran sel kanker.
  • Kemoterapi
Kemoterapi merupakan langkah yang biasanya dianjurkan dokter terhadap pasien kanker rahim stadium 3 dan 4.
  • Terapi Hormon
Terapi hormon biasanya disarankan oleh dokter jika kanker kembali muncul. Langkah ini efektif untuk mengecilkan tumor. Demikianlah sejumlah tanda-tanda dan penyebab kanker rahim. Dengan mengetahui informasi ini lebih awal, Anda dapat meminimalkan potensi penyakit. Hindari hal-hal yang memicu kanker rahim. Jaga selalu kesehatan dengan rajin berolah raga dan mengonsumsi asupan kaya gizi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tanda Tanda dan Penyebab Kanker Rahim"

Post a Comment