Mengenal Lebih Jauh Tentang Apa itu Pap Smear


Pap smear adalah tes yang dilakukan wanita untuk menentukan kesehatan organ kewanitaan. Tes ini bermanfaat untuk mendeteksi kehadiran kanker serviks sejak dini. Sebagaimana diketahui, kanker serviks sangat berbahaya dan mengancam kehidupan seorang wanita.
Kanker ini muncul di sel serviks pada bagian bawah uterus yang berhubungan dengan organ reproduksi. Mayoritas penderita kanker serviks disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus (HPV).

Apa itu Pap Smear

Gejala Kanker Serviks

Sebenarnya gejala kanker serviks pada tahap awal sangat jarang terlihat. Malahan, hampir tidak ada ciri khusus sama sekali. Hal inilah yang membuat seorang wanita tidak menyadari bahwa dirinya mengidap kanker mematikan.

Gejala baru mulai terlihat setelah sel-sel kanker menyebar di jaringan tubuh. Jika Anda mengalami perdarahan pada organ intim di luar periode menstruasi atau setelah melakukan hubungan seksual, Anda patut waspada. Termasuk, ketika Anda merasakan nyeri di bagian panggul ketika berhubungan intim.

Anda pun harus mulai berhati-hati jika mengalami keputihan dengan bau menyengat, cair,  berwarna keruh, dan bercampur darah. Tanda-tanda tersebut bisa jadi merupakan gejala kanker serviks. Sebelum terlambat, datanglah ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.

Manfaat Tes Pap

Bagi wanita yang pernah melakukan hubungan seksual sangat dianjurkan untuk melakukan tes pap. Tes ini adalah alat terbaik untuk mendeteksi kemungkinan adanya tumor yang bisa berubah menjadi kanker serviks.

Adapun sejumlah manfaat tes pap, antara lain sebagai berikut.
  • Alat deteksi dysplasia terbaik sehingga dapat meminimalkan potensi terjadinya kanker serviks.
  • Memudahkan dokter untuk mengambil langkah dan keputusan yang paling tepat untuk mencegah atau mengobati kanker serviks sebelum terlambat.
  • Meski sangat jarang, tes pap bisa mendeteksi adanya penyakit seksual menular dan berbahaya lainnya.
  • Tes pap pun dapat mendeteksi actinomyces.

Dengan melakukan tes pap secara tidak langsung Anda telah meminimalkan risiko kematian akibat kanker serviks atau penyakit seksual berbahaya.

Penyebab Hasil Tes Pap yang Tidak Normal

Sebenarnya, HPV adalah penyebab hasil pap smear tidak normal yang paling umum. Ketika Anda mendapatkan hasil yang tidak normal, ada lima kemungkinan yang terjadi, di antaranya sebagai berikut.
  • Sel Skuamosa Atipikal
Sel ini menandakan bahwa di dalam tubuh Anda bersarang HPV, tetapi tidak selalu bersifat sebagai kanker serviks.
  • Lesi Intraepitel Skuamosa Tingkat Rendah
Umumnya, sel yang disebabkan oleh infeksi HPV ini dapat sembuh dengan sendirinya.
  • Lesi Intraepitel Skuamosa Tingkat Tinggi
Berbeda dengan lesi intraepikel skuamosa tingkat rendah, sel ini menunjukkan hasil yang serius karena bisa jadi terkait dengan kanker serviks.
  • Sel Skuamosa Atipikal
Biasanya sel skuamosa atipikal dikaitkan dengan risiko peningkatan kanker.
  • Sel Kelenjar Atipikal
Sel kelenjar atipikal merupakan tanda terjadinya peningkatan risiko kanker serviks. Namun, di sejumlah kasus, sel ini tidak selalu menyebabkan kanker.

Kendati demikian, Anda tidak perlu khawatir karena bisa jadi pada tes selanjutnya hasil menunjukkan normal.

Ada juga penyebab lain yang bisa membuat Anda menerima hasil abnormal, yakni melakukan hubungan seksual dengan orang lain tanpa alat kontrasepsi atau sering bergonta-ganti pasangan seksual.

Agar hasil tes pap Anda benar-benar akurat, hindari berhubungan intim sebelum menjalani tes. Anda juga tidak diperkenankan untuk menggunakan obat-obatan vaginal dan spermisida selama beberapa hari sebelum tes berlangsung.

Kapan Tes Pap Dilakukan?

Biasanya, dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan setiap tiga tahun sekali. Namun, dalam sejumlah situasi, dokter bisa jadi meminta Anda untuk tidak perlu lagi melakukan tes pap. Salah satunya adalah histerektomi total.

Histerektomi total adalah operasi pengangkatan rahim. Jika operasi dijalani dalam kondisi Anda sehat, bebas dari sel kanker maka Anda tidak perlu melakukan tes pap. Sebaliknya, jika Anda melakukan operasi setelah diagnosis dokter terkait sel kanker maka dokter akan menyarankan tes pap lanjutan.

Selain alasan tersebut, alasan lain yang menjadi penyebab dokter tidak melanjutkan tes pap adalah masalah umur. Wanita yang telah memasuki umur 65 tahun, tidak akan diminta menjalani tes pap. Dengan catatan, hasil tes pap bersih dari sel kanker.

Melihat betapa berbahayanya kanker serviks maka sebelum terlambat, segera lakukan tes pap smear di rumah sakit terdekat.

Referensi:

DocDoc Pte Ltd. 2016. Apa itu Pap Smear: Gambaran Umum, Keuntungan, dan Hasil yang Diharapkan. https://www.docdoc.com/id/info/procedure/pap-smear/. 3 Mei 2018.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenal Lebih Jauh Tentang Apa itu Pap Smear"

Post a Comment